Ayunan tongkat tak berhenti. Jerit dan suara hantaman menjadi ritme yang berulang setiap batang kayu keras meninggalkan memar di kulit yang hitam. Sang Pria bagai kesurupan menghajarkan tongkatnya di sekujur tubuh sang perempuan. Tapi tak ada tangis mohon ampun dari mulutnya, melainkan permintaan agar terus memukul. Sampai darah menetes, bercampur debu merah di Omo River Valley.
Anda -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar